Three Times a Cry

Seorang sahabat begitu sering memakai istilah ‘galau’ untuk mengambarkan suasana hatinya yang tak tentu, kebanyakan gara-gara persoalan berbau romansa. Maklum istilah itu adalah bahasa alay yang sedang naik daun. Aku yang mendengar kisahnya cuma senyum-senyum saja lantaran ngga mudeng dengan jenis perasaan itu. “Emang loe ngga pernah galau Mi?” tanyanya. “Emm… kayanya ngga tuh,” jawabku mengernyitkan dahi sambil mengingat-ingat.

Namun rupanya rasa galau itu mampir juga di hati, lantaran melihat status Facebook milik seseorang dari masa laluku. Tiba-tiba saja kenangan romansa bersamanya berputar-putar mengisi kepalaku. Pelan-pelan perasaan hangat menjalari hatiku yang bercampur dengan kesenduan, ah… entah bagaimana mendeskripsikannya. Oh, mungkin begini rasa galau itu. Tanpa bermaksud menghentikannya, kilatan-kilatan masa lalu itu silih berganti mengaduk-aduk kepala dan hatiku. Baca lebih lanjut

Keisengan yang Bikin Dag Dig Dug

“Jreng jreng,  yeah… Sunday morning rain is falling…” intro musik lagu Maroon Five bernyanyi lewat dering ponselku.

Sebuah panggilan masuk dari nomer Jakarta.

“Halo selamat pagi, dengan mbak Rahmi?” sapa seorang wanita dari ujung telepon.
“Ya, saya sendiri,” jawabku berpikir ini mungkin salah seorang klien bisnisku.
“Saya dari Matchactually,” ujarnya ramah.
Jeda sejenak. Beberapa detik berselang seperti ada kilatan yang menyambar pikiranku. Olala!!!

***

Baca lebih lanjut

Si Misterius

Aih.. aih… sosoknya sungguh misterius. Sumpah mati bikin penasaran!

Seperti apa gerangan bentuknya? Rupawan kah atau biasa-biasa saja? Baik hati atau justru sosok yang kasar dan suka main tangan? Hiyyyy… amit-amit! Makmur bergelimang harta atau sederhana dan bersahaja? ”O o… siapa diaaa…” begitu kata theme song sebuah kuis jadul di televisi.

Dari segudang tanya itu, jawabannya cuma : “Au ah gelap!”
Loh kok?”
“ Bukan apa-apa, soalnya dia memang sungguh misterius.”
“Siapa sih dia?”
“Jodohku”
“Hahaha… pantesan! Jelas aja, wong orangnya aja belum ketahuan.” Baca lebih lanjut